Sekilas Perjuangan
April 8, 2010 at 4:56 am | Posted in wirausaha | 2 Comments
Perjuangan itu saya mulai ketika saya masuk semester 3 di kampus STT Telkom Bandug, sebelumnya saya adalah orang ndeso,katro yang tidak ngerti tentang teknologi komputer sama sekali. Awal kuliah saya mendapat praktikum niaga, sebuah praktikum yang mengenalkan saya untuk memanfaatkan keluaga office sebagai alat bantu kita sehari-hari.
Terima kasih sebelumnya kami ucapakan kepada Komunitas TDA, dan orang-orang yang luar biasa didalamnya, meskipun saya pribadi tidak aktif di milis pusat Tangan Di Atas, namun saya tetap menyempatkan waktu untuk mengambil pelajaran dari sharing rekan-rekan semua.
Tulisan ini saya Dedikasikan untuk Pesta Wirausaha 2010, dalam rangka Milad 4 TDA. Tulisan ini terinspirasi oleh banyak orang, dan semoga tulisan ini juga menginspirasi banyak orang. Amien.
Terima kasih sebelumnya kami ucapakan kepada Komunitas TDA, dan orang-orang yang luar biasa didalamnya, meskipun saya pribadi tidak aktif di milis pusat Tangan Di Atas, namun saya tetap menyempatkan waktu untuk mengambil pelajaran dari sharing rekan-rekan semua.
Spesial terima kasih kepada Pak Roni Yuzirman, atas bimbingan beliau saya bisa leverage bisnis di dunia konveksi, special terima kasih juga saya sampaikan ke Pak Isdiyanto, dengan majalah Wirausaha dan Keuangan-nya sangat membantu saya dalam mengenalkan produk kepada khalayak ramai. Special terima kasih juga saya sampaikan kepada Pak Fauzi Rachmanto, selaku lead dari TDA Bandung, yang banyak memberi pencerahan dalam acara-acara offline maupun online, melalui tulisan beliau dan melalui radio tempat Pak Fauzi siaran. Special terima kasih juga buat teman-teman master mind, meski kita jarang ketemu, tetapi saya pribadi banyak sharing dan belajar ke teman-teman melalui online. Special terima kasih juga saya sampaikan kepada Pak Jamil Azzaini, selaku penasihat TDA dan training Sukses Mulia-nya banyak menginspirasi saya.
Perjuangan itu saya mulai ketika saya masuk semester 3 di kampus STT Telkom Bandug, sebelumnya saya adalah orang ndeso,katro yang tidak ngerti tentang teknologi komputer sama sekali. Awal kuliah saya mendapat praktikum niaga, sebuah praktikum yang mengenalkan saya untuk memanfaatkan keluaga office sebagai alat bantu kita sehari-hari.
Dalam praktikum itu saya dibuat malu olehnya, dimana teman-teman saya sudah selesai mengerjakan tugas dari asisten, saya belum selesai bahkan sampai waktu yang diberikan asisten habis, saya belum bisa menyelesaikan tugas tersebut. Singkat cerita, atas kebaikan asisten, saya diberi waktu tambahan untk menyelesaikan tugas tersebut, dimana teman-teman saya lainnya sudah pada pulang. L
Hal tersebut secara tidak langsung menjadi cambuk bagi saya untuk bergelut dengan serius tentang komputer, saya ke perpustakaan kampus untuk mencari buku cara mengetik yang benar, saya pelajari dengan seksama buku tersebut dan saya coba praktekkan. Alhamdulillah di kamar kos sudah ada komputer meski tidak bagus-bagus amat, tapi cukuplah untuk berlatih mengejar ketertinggalan saya di kampus, saya belajar ngetik dengan cara mengikuti lirik dari winamp yang saya jalankan, dari hanya sekedar ngetik kemudia tertarik ingin tahu lebih tentang dalamannya komputer, sehingga saya belajar hardware juga, waktu itu di semester 2 kalo tidak salah.
Selesai semester 2, sebagaimana lazimnya mahasiswa saya balik ke kampong di Colomadu, sebuah kampung kecil diarah barat daya kota Solo. Sebagai seorang yang tinggal di kampung dengan latar perkejaan orang tua sebagai guru, waktu itu saya ingat sekali, saya minta dibelikan HP ke orangtua. Diluar dugaan saya, permintaan saya tersebut disampaikan ke bibi, malah jadi bahan candaan. Saya sadar saya hidup di kampung, dan mereka belum mengetahui kalo saya butuh HP untuk membantu komunikasi di kampus.
Saya tidak menyalahkan mereka, bahkan saya yang mengaku salah atas peristiwa tersebut, tapi saya berjanji dalam diri saya, bahwa saya akan membeli HP itu segera dengan uang hasil kerja saya. Hal ini ternyata menjadi cambuk kedua saya untuk memulai berwiraswasta.
Memasuki semester 3, saya balik ke Bandung, kali ini dengan semangat lebih, minimal semangat untuk mencari uang di luar kuliah. Dengan bekal ilmu belajar komputer termasuk hardware-nya. Saya membantu teman-teman kuliah untuk menyarankan beli komputer dengan komponen-komponen yang sesuai budget dan optimal buat kebutuhan mereka. Beberapa teman yang saya sarankan kebanyakan mengembalikan ke saya untuk mencarikannya, dari situ saya mendapat komisi yang bisa menambah uang saku, tanpa saya sangka ternyata cerita dari mulut ke mulut ini membuat saya banyak ‘job’ untuk merancang komputer yang cocok buat kebutuhan teman-teman. Maklum kampus STT Telkom ini memang unik, dengan jumlah mahasiwa yang sekitar 1200 perangkatan, tetapi berdasarkan data penjualan komputer saat itu, STT Telkom menduduki peringkat pertama untuk pembelian komputer. Artinya ‘job’ bagi saya juga bertambah J
Ternyata bisnis di komputer ini tidak bertahan lama, bukan karena saya sengaja meninggalkannya, tetapi karena kompetisi semakin tajam, bahkan toko hardware di sekitar kampus sudah mulai bermunculan yang sebelumnya tidak ada satupun pada waktu itu. Akhirnya lahan basah tersebut menjadi kering J.
Otak kembali berputar untuk mendapatkan uang saku lebih, kebetulan jurusan saya adalah informatika, dengan bekal tersebut saya coba mendalami bahasa pemrograman, dan yang menurut saya mudah dan punya peluang pasar kedepan adalah PHP. Berangkat dari satu bahasa pemrograman yang saya pelajari, saya mulai membuat program kecil-kecilan, mengenal dunia web online, toko online, CMS dan sebangsanya. Dari situ rejeki mulai datang, dari sekedar bantu-bantu bikin Tugas Akhir kakak angkatan, sampai ada pesanan kecil-kecilan software dari luar kampus. Efek dari ini uang saku saya bertambah, akhirnya cita-cita beli HP sendiri terkbatul, satu small winning tercapai.
Seiring perjalanan waktu, terjadi peningkatan permintaan baik itu jumlah ataupun skalanya, tetapi dari segi pemasukan belum bisa naik seperti yang diharapkan, selanjutnya sharing-sharing tentang ini saya lakukan. Ada teman satu kelas yang memiliki tekad sama yaitu mengembangkan wiraswasta. Setelah ngobrol-ngobrol lebih serius tentang ini akhirnya kami bersepakan untuk membuat badan hukum.
1 Maret 2005, Badan hukum resmi kami sudah jadi, Cinox Media Insani itulah nama bendera yang kami usung. Jangan dibayangkan waktu membuat bendera ini kami berdua sudah mapan, sama sekali salah anggapan itu. Kami masih sama-sama duduk di bangku mahasiswa tahun ke-4. Alamat resmi kantor saya gunakan kos saya tanpa sepengetahuan bapak yang punya kos-kosan. Karena fikir kami hanya untuk alamat surat menyurat dan header kop saja, selebihnya kami lakukan via online. Kalo ada calon client kami lebih suka mendatanginya, karena memang tidak ada tempat di kami, kalopun terpaksa client datang maka rumah makan menjadi pilihan terbaik, kita belum kenal food court karena kami orang kampung selian itu harganya tidak terjangakau oleh kami.
Seiring perjalanan waktu, usaha kami yang sudah jalan adalah penyewaan infokus dan air minum RO dimana ini menjadi tulang punggung untuk kegiatan operasional kami sehari-hari. Seiring permintaan proyek software semakin meningkat, kami tidak sanggup menjalan bendera ini dengan 2 orang saja. Akhirnya kami memutuskan untuk menambah lagi 2 orang sebagai owner juga di bendera kami. Jadilah kami berempat.
Waktu itu ada tender project di Jakarta Selatan, Bintaro tepatnya. Kami ikut tender tersebut, dengan berbagai usaha yang kita lakukan mampu meyakinkan pemilik perusahaan bahwa kami mampu untuk mengerjakan proyek tersebut
Untuk mendapatkan proyek tersebut bagi kami sebagai pemula tidaklah mudah, proposal kami sempat ditolak, minta untuk diperbaiki, padahal waktu itu adalah waktu UTS (Ujian Tengah Semester) akhirnya dari kami berempat saya memutuskan untuk tidak ikut ujian dan konsen menyelesaikan revisi proposal tersebut sampai saya kirimkan ke perusahan yang punya tender, saya ingat sekali jam ujian berlangsung, saya ada di warnet untuk mengirim proposal revisi tersebut.
Singkat cerita kami dipanggil untuk presentasi ke Jakarta, Alhamdulillah pada waktu itu saya sudah punya laptop dari hasil nabung proyek-proyek kecil dan jadi asisten praktikum. Berbekal laptop jadul tersebut saya ditemani satu teman saya presentasi ke Jakarta. Singkat cerita kami berhasil memenangkan proyek tersebut dengan nilai mendekati 90 juta.
Perjuangan berat ini dimulai dari sini, ini semua karena kita sebagai perusahaan startup, tidak ada pembimbing dan kami hanya bermodal skill yang kami miliki sehingga kami yakin bisa mengerjakan proyek tersebut. Tanpa kami sadari bahwa kami belum tahu sama sekali management proyek, risk management dan lain-lain terkait dengan proyek. Singkat cerita itulah proyek pertama kami yang memaksa mendewasakan kami dengan harga pendewasaan yang mahal bagi kami selaku perusahaan startup. Saking mahalnya cost ini, rekan kami tidak kuat menjalani pilihan ini, akhirnya tinggal kami bertiga yang menggawangi bendera ini.
Saat mengerjakan proyek ini kami sudah menambah 3 SDM, selain dari projek ini, kami mencari pemasukan dari proyek lainnya agar cast flow kami tetep berjalan. Itu yang ada dipikian kami dan yang kami usahakan, ternyata kenyataan tidak sesuai harapan, pada awal bulan saatnya gajian, kami tidak mimiliki uang untuk gajian, untuk mencari pinjaman pun sudah buntu, karena sudah seringnya kami meminjam, akhirnya kami berusaha agar dari client bisa cair secepatnya, meskipun sudah telat hampir 1 pekan dari normalnya gaji turun. Dalam rentan waktu itu kami tidak berani memberikan pekerjaan kepada staff, karena hak-nya memang belum kami penuhi. Lalu bagaimana dengan yang punya usaha? hmmm bagi kami yang penting bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dulu. Dan hal ini ternyata tidak selesai dalam waktu 1-2 tahun.. hikz.
Waktu terus berjalan mengiringi proses pendewasaan kami di dunia IT ini, proyek terus kami usahakan dan berusaha menjaga kepuasan customer, meski kami berdarah darah dalam prosesnya. Alhamdulillah tahun 2007 semakin banyak customer besar mempercayakan proyeknya kepada kami, termasuk Telkom salah satunya, akhirnya di tahun itu pula kami merubah bendera kami menjadi PT, dengan tetap 3 orang menjadi penjaga gawangnya. Ditahun itu pula saya menikah, dengan modal bismillah, tawakal kepada-Nya dan percaya seratus 100% jika menikah membukakan pintu rejeki J
Alhamdulillah, setelah di tahun itu pula orderan proyek di kami cukup banyak, sehingga memaksa kami untuk menambah SDM dan meluaskan kantor yang kami sewa sebelumnya di area kampus. Karena berbagai pertimbangan, akhirnya Buah Batu Regency menjadi pilihan kami untuk dapat memperoleh kepercayaan lebih dari perusahaan besar.
Tidak lama setelah menikah, Alhamdulillah kami diberi calon amanah, sehingga ini menjadi pemicu kami untuk memperoleh rejeki yang lebih untuk persiapan proses bersalin dan yang terkait dengan itu. Akhirnya dengan skill yang kami miliki, yang kebetulan istri adalah lulusan IT juga, kami memutuskan untuk jualan online, di samping menjadi dosen lepas. Dalam perjalannanya kami banyak belajar tentang market online, kami berusaha membidik market tersebut, efeknya alhamdulillah rejeki kami mulai meningkat.
Dalam proses belajar ini, saya ketemu dengan komunitas TDA ditahun 2007 akhir, dimana saya meresa banyak visi yang sama, saya join di milis ini awalnya dikenalkan oleh teman dah saya belajar banyak dari komunitas ini. Salah satunya adalah leverage usaha. Semakin banyak kenalan dari komunitas ini, termasuk dari Bandung, akhirnya TDA Bandung diinisialisasi oleh pak Fauzi dan rekan-rekan, dan saya bisa ikut berbagai kegiatan disana, banyak sekali ilmu yang saya dapat dari kegiatan tersebut, terutama share yang selalu menarik dari sang Guru TDA dan pemateri lainnya.
Di akhir tahun 2008, selain konsen ke bisnis IT lewat bendera Cinox yang semakin mendapat kepercayaan public, saya dan istri mencoba membuat produk sendiri untuk dijual online. Mencoba meningkatkan level dari yang selama itu hanya sebagai penjual produk orang lain, dengan riset kecil-kecilan kami lakukan, akhirnya pilihan kami jatuh ke pakaian karakter yang dimulai dari jilbab karakter.
Tepat di perayaan milad TDA 3 tanggal 1 Maret 2009, dimana saat itu bertepatan denga milad-nya Cinox, dan saat itu juga saya dan istri memperkenalkan produk kami dengan brand Mufida Collection sebagai merek dari pakaian anak karakter, saya ingat sekali waktu itu kami membawa sampel ke Milad TDA 3, beberapa orang ingin membeli produk kami, karena memang kami telah memasarkan lewat online. Bahkan ada beberapa calon distributor memaksa ketemuan di Jakarta untuk mengambil barang, tetapi karena kami hanya membawa sampel saja sehingga terpaksa kami menolak keinginan tersebut. Selama milad tersebut ada sekitar 3 orang pendaftar untuk distributor dan agen. Tak hayal setelah itu memaksa kami untuk mempercepat produksi yang sebenarnya belum siap. small winning with happy problem
Dalam perjalan dunia baru ini, kami banyak belajar dari teman-teman yang bergerak didunia konveksi, special terima kasih untuk Pak Roni Yuzirman, di sela sela kesibukannya bisa meluangkan waktu untuk membimbing saya di dunia baru ini, meskipun hanya lewat online, tapi point-point yang saya tanyakan mendapat jawaban yang memuaskan sekaligus menguatkan tekat saya. Special terikasi juga saya ucapakan untuk pemimpin sekaligus owner majalan Wirausaha dan Keuangan Pak Isdiyanto, yang telah membantu promosi produk kami dengan gratis atau murah meriah. Luar biasa dukungan Pak Isdiyanto ini kami rasakan.
Di perayaan Milad 4 TDA ini, artinya praktis 1 tahun kami lewati untuk konveksi, Alhamdulillah dengan waktu 1 tahun tersebut kami bisa mensupport lebih dari 50 distributor dan agen diseluruh Indonesia. Dan dalam range satu tahun itu pulan bisnis IT kami mengalami peningkatan yang luar biasa, terima kasih juga kami ucapakan kepada para parnert kami salah satu-nya member TDA yang cukup sensasional, Pak Eddy Aji, sang founder dan owner warungbarokah.
Terlepas dari perjuangan diatas kami perlu banyak bersyukur bisa membuka lapangan kerja bagi sekitar 30-an orang, sebuah usaha untuk menuju Sukses Mulia, sebuah konsep tentang sukses terilhami dari Pak Jamil Azzaini, sang Motivator yang luar biasa.
Salam Sukses Mulia
abudiyono@gmail.com
2 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a Reply
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Mantab mas…
Keliatannya jarang di update ni blognya
Comment by rakhmat— December 27, 2010 #
hehe.. iyo Tha.. lagi coba mengaktifkan nih..
Comment by arif— February 21, 2011 #