Memulai wirausaha

August 14, 2007 at 3:39 pm | In wirausaha | 15 Comments
Tags: ,

Benarkah wirausaha itu menarik? menantang? oleh sebagian besar masyarakat Indonesia memulai wirausaha dianggap sebagai sesuatu yang ‘menakutkan’ dan penuh resiko. penyakit ‘jangan-jangan’ menghinggapi fikiran kita dengan kuat, jangan-jangan entar rugi, jangan-jangan entar tidak ada pembeli, serta jangan-jangan lainya.

Disebuah milis diadakan kuis oleh bang tomas, salah satu item pertanyaan adalah: Kenapa lo gak mau buka usaha sendiri dengan branded sendiri/franchise mungkin? dari pertanyaan tersebut hampir semua jawaban menginginkan buka usaha sendiri, sayangnya banyak sekali alasan yang diungkapkan sehingga usaha belum juga dimulai. saya ambilkan sebagian mungkin anda mirip dengan jawaban ini :

Belum merasa punya kapasitas cukup untuk hal ini, secara sebagai anak IF yang tidak dapat pelajaran jadi enterpreneur secara resmi dari kampus (anak TI dapat tuh, kayaknya). Contoh paling gampang aja yah… gimana sih itung”an untuk membuat software, apakah itu berbasis web, desktop. kita tidak pernah dikasih tahu apa itu man-day, man-hour, kisaran tarif nya dan lain-lain lah… (atau mungkin mata kuliahnya ada, tapi gw ga ngambil — cmiiw)


Rencana kedepannya seperti itu. Lebih seru lagi pasti jadi bos sendiri di perusahaan sendiri. Doakan saya!!!

weee..tentu saja bikin usaha sendiri lebih maknyusss..tp modal perlu bung! so nabung dl lah…lumayan klo bisa ama suami…bikin dinasti sendiri..ehhehe

Bukan gak mas, tapi belum. Tunggu saja tanggal mainnya !

Wedew…mauuuuuuu bngt, ini khayalan dan cita-cita paling tinggi skrng ini. Cuma masih bingung mau mulai darimana, betul kata yang laen…secara kita di IF gak di ajarin ttg dunia bisnis (apa gw yg sring bolos jd gak tau yak?) jd gak ngerti, so paling skrng ini usaha ngumpulin pundi-pundi logam buat modal usaha nya dulu. So, klo ada yg bisa share ttg buka usaha sendiri will be very welcome…

Banyak banget apa yang menjadi penyebab belum memulai wirasaha. berikut ada langkah-langkah dalam memelai wirausaha:

1. Mengenali peluang usaha

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenali peluang usaha ini, ngak harus keluar dana untuk ikut seminar peluang usaha, enterprenuer dan konco-konconya. cukup sedikan kopi yang nikmat sebagai teman kita melamun. kopi kurang baik untuk kesehatan, cukup air putih sama cemilan saja dah. hal yang penting untuk ini adalah informasi, dengan banyak informasi peluang anda untuk mengenali peluang usaha akan lebih mudah. menurut Shane, 2003. Akses terhadap informasi dipengaruhi oleh 2 hal, pertama pengalaman hidup, dengan pengalaman kita akan semakin banyak memperoleh informasi dan lebih tajam dalam menyaringnya menjadi data penunjang untuk memulai wirausaha. kedua adalah Hubungan sosial, point penting mendapatkan informasi adalah hubungan kita dengan orang lain. kalo kita takut untuk memulai wirausaha sendiri maka dengan hubungan sosial kita akan dapat partner, temen yang sevisi, se-ide sehingga akan saling menopang untuk berwirausaha.

beberapa sumber peluang usaha :

Perubahan teknologi, dengan perubahan teknologi peluang usaha sangat luar biasa tercipta karenanya, terutama teknologi informasi komunikasi yang perubahanya sangat cepat. siapa yang tidak kenal google, yahoo, detik. itu semua dari perubahan teknologi

Perubahan kebijaksanaan politik, saya contohkan tentang Pilkada, dengan adanya pilkada di setiap daerah maka percetakan, sablon kaos, bendera otomatis akan mendapatkan order yang lebih, bahkan saya baca ada ada yang tidak bisa memenuhi order tersebut

Sosial demografi, contoh yang nyata adalah wilayah kampus, wilayah STT Telkom sangat kondusif untuk bisnis kos-kosan, warung makan. Beda tempat mungkin akan beda karakteristiknya, tinggal bagaimana ketajaman kita menganalisa sosial demografi ini.

kalo untuk usaha yang sifatnya mengikuti tren memang harus lebih jeli melihat peluang tren apa yang sedang hangat.

2. Optimalisasi potensi diri

Setelah menemukan peluang usaha yang tentunya cocok dengan potensi diri, kembangakan potensi diri ini. tentu akan menghasilkan sesuatu yang lebih kalo peluang usaha tersebut sesuai dengan potensi diri.

potensi apa saja yang kita miliki kita harus tahu minimal mendekatilah, jangan sampai kita tidak tahu apa potensi kita. Dari potensi yang kita miliki coba bandingkan dengan dunia luar, apakah ada peluang yang cocok dengan potensi saya, harusnya tentu ada tetapi bagaimana cara pandang kita terhadap peluang tersebut. semisal kita sudah menemukan peluang tersebut, analisa lebih dalam lagi apakah peluang tersebut sudah banyak yang mengambil, jika ya anda perlu bangdingkan kelebihan kompetitor dengan potensi anda. sehingga anda yakin akan menang dalam persaingan.

Teruslah gali potensi yang ada pada diri anda, bergabunglah dengan komunitas yang sesui dengan anda!.

3. Fokus dalam bidang usaha.

Setelah 2 langkah terpenuhi, sekarang saatnya anda fokus dibidang usaha yang anda geluti, ada pepatah mengatakan rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita, bener ngak sih pepatahnya :) , tapi maksud dari pepatah itu ada benarnya disini.

Banyak perusahaan yang mulai pindah usahanya akhir-akhir ini atau buka divisi baru, ambil contoh Nokia yang dulu perusahaan ban berpindah ke mobile teknologi, Bakrie membuka divisi mobile teknologi, PLN membuka divisi teknologi serta banyak contoh lainya.

Hal ini boleh dan wajar mungkin melihat rumput tetangga lebih hijau. karena pelaku bisnis diatas sudah save dengan posisinya, sehingga mau buka divisi baru, cabang baru bukan menjadi masalah bagi mereka. tapi kalo anda baru dalam proses memulai berwirausaha saya sarankan anda tetep harus fokus pada bidang anda. ingat modal anda terbatas.

4. Berani memulai

Percuma 3 point diatas anda kumpulkan bahkan sampai analisa pasar, target pasar 5 tahun mendatang kalo tidak berani memulai. Dunia wirausaha memang dunia yang tadak pasti, berbeda dengan pegawai yang kebanyakan adalah pasti penghasilanya (red : pasti segitu-segitu :D ) . maka diperlukan keberanian untuk memulai, dan tentunya pilihan ini akan ada resikonya. maka anda harus berani mengambil resiko tersebut! salah satu resiko wirausaha kedepan adalah kaya, anda jangan menolak resiko tesebut.

referensi :
Alvin Fadila Helmy, Modul kuliah memulai berwirausaha

15 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. mohon info peluang kerja sama bisnis digital Printing

  2. mas achmad dimana?
    kl di Bandung atau kota2 besar bisnis ini sudah lumayan pertumbuhannnya, seperti di solo sudah mulai marak dengan bisnis ini. detail ttg info apa mungkin bisa japri mas.

  3. salam mas arif( eh manggilnya enaknya apa y?)…wah subhanallah artikelnya..muantep tenan..aku termasuk yg baru akan menapaki jalan wirausaha…msh banyak bingungnya…butuh diskusi lebih byk lagi dengan orang-orang spt mas arif :) ..kira2 mas arif tau siapa yg bisa ku ajak diskusi nda y mas?

    n.b : blognya msh baru pisan..punten kl blm byk isinya ^_^

    • silakan teh, kalo mau diskusi.
      saya terbuka sekali u/ ini. thx.

  4. terima kasih Bu atas kunjunganya,
    kalo mau diskusi kan di komunitas TDA banyak
    Bu, kalo mo diskus monggo saja..

    nb : blognya salah tulis yaH?
    kon ngak bisa dibuka… :)

  5. mas, saya sering ditawari project percetakan dari salah satu bank pemerintah, kebijakan yang baru setiap project yang ada tidak ada uang mukanya, dilepas sayang, digarap pusing modalnya, punya solusi terbaik ?

  6. hmm.. kok gitu kebijaksanaan barunya yah…
    ok, coba cari rekan Anda yang punya dana
    ‘nganggur’ coba pinjam saja.
    kembalikan dengan cara baek, misalnya
    laba besar yang kasih hadiah sebagai ucapan
    terima kasih.
    atau Anda mengajukan proposal resmi ke investor
    yakinkan bahwa project Anda akan laba.

  7. wew…
    wejangan senpai sungguh mantab..
    mohon bimbingannyaaaaa..
    waaah,,, bangga banget punya senior kyk mas arif.. hehehe.. cinoxnya muanteb tenan.. :D
    oya, salam kenal.. kulo anak stt jg, IF 2004. :mrgreen:
    nyasar ini,, dari milis appli.. hehehe…

    sukses trus yaa senpai.. ;)

  8. mas arif. aku masih bingung nih.. gimana ya mau mulai usaha. modalku cuma ada 2 juta, trus usaha apa yang bisa aku mulai. keahlianku gak punya. jual makan aku malu. please deh bantu aku. aku tinggal di riau.

    • Modal bukan jadi hal pokok dalam bisnis mas, tapi tetep tidak bisa ditiadakan modal ini. bagaimanapun binis perlu modal.
      dengan modal 2 juta, Anda bisa lebih kreatif, mungkin modal
      tersebut bisa Anda konsentrasikan u/ tempat jika perlu tempat
      sementara modal yang lain bisa cari investor. thh

  9. Mas arif mantap bangat artikelnya ,saya sekarang ini lg memulai buka usaha kecil2an ngontrak tempat di toko,hasilnya lumayan kunci dagang itu menurut saya pengaturan keuangan harus mantap “Disiplin”
    klo berkenaan coba singgah di http://www.sahat-menjalinbisnisyangakurat.blogspot.com

  10. mohon pencerahan dari rekan-rekan, saat ini saya akan mencoba memulai menekuni usaha yang telah dirintis oleh orangtua saya yang beberapa tahun belakangan sempat terhenti karena bapak saya terserang stroke dan tidak ada yang menggantikannya. Dengan ini saya berharap dapat kembali menghidupkan usaha tersebut .

    Saya meminta saran dan masukan dari rekan-rekan semua..terimaksih.unutk permulaan saya coba membuat web dari multiply.com.

    rekan-rekan dapt melihatnya di : http://www.garbinart.multiply.com

    • bisa share usaha orangtuanya apa ?
      mungkin teman2 yang lain bisa batu sharing cara2 nya.

  11. umur saya 18 tahun kira2 udah pantes ga ya buat jadi enterpreneurship???
    tapi saya punya keinginan besar jadi seorang pemimpin.
    dan menjadi kaya tentunya hehehehe

    • Sudah sangat pantas mas, salah satu milyader dunia memulai bisnis-nya sejak usia 7 tahun.


Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.